Program Studi Keperawatan Program Sarjana Terapan Poltekkes Kemenkes Palembang berhasil meraih status Terakreditasi Unggul dengan masa berlaku selama 4 (empat) tahun) melalui proses akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes). Capaian ini menjadi bukti komitmen Program Studi dalam menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan keperawatan secara berkelanjutan. Sebelum memperoleh hasil tersebut, Program Studi Keperawatan Program Sarjana Terapan telah menjalani rangkaian Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi LAM-PTKes pada tanggal 14–17 Juli 2026. Kegiatan asesmen dilaksanakan selama empat hari dengan melibatkan berbagai unsur dari Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, serta pemangku kepentingan dan mitra wahana praktik. Berdasarkan Surat Tugas LAM-PTKes Nomor 1906/ST.A/KA/07.2026 tanggal 6 Juli 2026, Tim Asesor yang ditugaskan untuk melaksanakan Asesmen Lapangan terdiri atas Agus Santoso, S.Kp., M.Kep. dari Universitas Diponegoro sebagai Asesor 1 dan Ns. Regina Vidya Trias Novita, M.Kep., Sp.Mat., DNSc dari PPNI sebagai Asesor 2.
— Empat Hari Proses Asesmen Lapangan —
Kegiatan Asesmen Lapangan diawali pada Selasa, 14 Juli 2026 dengan kedatangan Tim Asesor di Palembang, dilanjutkan dengan pembukaan dan pertemuan pendahuluan antara UPPS, Program Studi, dan Tim Asesor. Pada sesi ini disampaikan sambutan dan perkenalan, penjelasan mengenai maksud dan tujuan asesmen, proses visitasi, serta pembacaan kode etik asesor dan Program Studi. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dan klarifikasi oleh pimpinan UPPS dan Program Studi. Presentasi mencakup profil Program Studi, perencanaan strategis dan pengelolaan Program Studi, dukungan terhadap mahasiswa, sumber daya yang tersedia, serta implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).Tim Asesor selanjutnya melakukan visitasi dan asesmen terhadap berbagai fasilitas pendidikan yang digunakan dalam proses pembelajaran, antara lain laboratorium, perpustakaan, ruang kelas, skill lab, dan fasilitas pendukung lainnya. Observasi dilakukan terhadap proses pembelajaran, kecukupan dan aksesibilitas fasilitas, aspek keselamatan dan keamanan, kenyamanan, kemutakhiran sarana dan prasarana, serta pedoman yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Pada Rabu, 15 Juli 2026, kegiatan asesmen dilanjutkan dengan wawancara bersama dosen dan tenaga kependidikan. Tim Asesor juga melakukan wawancara dan diskusi dengan Tim SPMI untuk melihat pelaksanaan sistem penjaminan mutu, termasuk struktur dan fungsi SPMI, manajemen risiko, hubungan UPPS dengan SPMI, siklus SPMI, pelaksanaan PPEPP, budaya mutu, pengukuran kepuasan pemangku kepentingan, serta dokumen SPMI. Asesmen juga melibatkan alumni, pengguna lulusan, dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam sesi tersebut, Tim Asesor menggali informasi mengenai kompetensi dan soft skill lulusan, keterlibatan pengguna lulusan dalam pengembangan Program Studi, evaluasi kurikulum, masukan dari pengguna lulusan, serta manfaat dan keberlanjutan kerja sama.
Pada Kamis, 16 Juli 2026, fokus kegiatan diarahkan pada pelaksanaan pembelajaran klinik dan wahana praktik. Tim Asesor melakukan wawancara dan diskusi dengan dosen klinik, pembimbing klinik, instruktur, preceptor, serta mahasiswa praktik. Aspek yang dikaji meliputi pengelolaan praktik klinik, penempatan dan pembimbingan mahasiswa, pelaksanaan keselamatan pasien, orientasi mahasiswa, penilaian penampilan klinik, serta kondisi dan kecukupan fasilitas pada wahana praktik. Pada hari yang sama, dilakukan pula tambahan verifikasi dokumen dan klarifikasi dengan pengelola Program Studi. Tim Asesor kemudian melaksanakan diskusi internal untuk membahas temuan dan menyusun draft laporan akhir hasil Asesmen Lapangan. Kegiatan ditutup dengan sesi penutupan pada sore hari.
— Raih Akreditasi Unggul —
Rangkaian proses Asesmen Lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi eksternal terhadap penyelenggaraan pendidikan pada Program Studi Keperawatan Program Sarjana Terapan Poltekkes Kemenkes Palembang. Proses asesmen tidak hanya menjadi momentum evaluasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Program Studi untuk menunjukkan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan mutu akademik, tata kelola, proses pembelajaran, sumber daya, serta sistem penjaminan mutu. Hasil dari rangkaian proses tersebut menjadi kabar membanggakan bagi Poltekkes Kemenkes Palembang. Program Studi Keperawatan Program Sarjana Terapan berhasil memperoleh status Terakreditasi Unggul dengan masa berlaku selama empat tahun. Capaian ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen dan kerja keras seluruh sivitas akademika dalam menyelenggarakan pendidikan keperawatan yang bermutu. Predikat Unggul sekaligus menjadi motivasi untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Keberhasilan memperoleh Akreditasi Unggul tidak hanya menjadi pencapaian bagi Program Studi Keperawatan Program Sarjana Terapan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Poltekkes Kemenkes Palembang dalam memperkuat budaya mutu dan menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Dengan diraihnya Akreditasi Unggul selama empat tahun, Program Studi Keperawatan Program Sarjana Terapan berkomitmen untuk mempertahankan capaian tersebut sekaligus terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan melalui implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Selamat kepada Program Studi Keperawatan Program Sarjana Terapan Poltekkes Kemenkes Palembang atas capaian Akreditasi Unggul. Semoga prestasi ini menjadi energi baru untuk terus memberikan pendidikan keperawatan yang berkualitas dan berdaya saing.





